Suara orang Afrika bercakap-cakap, bercumbu mesra dengan lawan bicaranya seolah kondisi saat ini masih aman-aman saja. Suara orang Arab melintang keras, masuk memenuhi ruang kedap suara. Harusnya sudah tidak ada suara. Bisa dibayangkan betapa riweh dan padatnya asrama yang kutempati ini. Di saat aku sedang sahur hal lainnya yang kupikirkan adalah membaca karakteristik orang dari berbagai negara. Pertama, tentu orang Afrika. Mutiara hitam ini ramah, bagi siapapun yang tau mereka jangan sungkan menyapa (meskipun kadang aku juga acuh kalau tidak kenal) itu karena kita tidak merasa asing dengan mereka (beda ceritanya dengan orang American Africa yang ada di NYC) Mereka itu udah orang paling "ikhlas" dan "tulus" dibandingkan orang Balkan, Eropa atau negara lain. "Hitam itu hanya warna, sifatnya belum tentu jelek atau jahat" 

Kedua adalah orang Arab. Udah yang satu ini tipenya temperamental. Kalau ngomong kaya lagi marah-marah. Kita yang dengar kaya berasa lagi diceramahin. Padahal isi yang dibicarakan juga ga jauh-jauh dari kehidupan sosial. Kalau aku lihat orang Arab. Kayanya aku malah menyayangkan diriku sendiri ketimbang ngasih "bantuan" ke mereka. Kaya-ya itu "Wahhhh!!!" minta ampun. Hapenya rata-rata Iphone. Kecuali orang Arab Yaman, ini negara konflik, banyak anak-anak kelaparan disana. Aku jadi bisa membedakan orang Arab normal, kaya Palestia, Arab Saudi, Suriah dsb. dengan Arab Yaman. Bedanya kaya bumi dan langit. Yang serig orang Indonesia salah pahami dengan orang Arab ini, apa-apa kita berpikir Arab ini sempurna (I thought bcs majority of us believes Islam and Arabs can't desparate) ngomong pake bahasa Arab dianggap pahala, doa pake bahasa Arab doanya lebih makbul. Padahal nggak cuy! soalnya kalau kalian nonton dangdut Arab... Udah-udah pikiran seperti itu langsung sirna dari pikiran kalian. Ini penting banget memahami budaya suatu bangsa itu berbeda-beda. 

Orang Indonesia karakteristiknya jelas, mereka pemalu, dianggap baik oleh semua orang karena kita itu tipe orang yang ga mau ambil masalah. kalau milih, itu kebiasaan kaya politik Jawa itu kental. tidak punya pilihan yang tepat, pasti kaya netral gitu. jadi kalau mau ambil keputusan orang Indonesia sepertinya sulit. Makanya kita kerap ngekor orang-orang lain.

Orang Balkan cenderung kalem, cool, ngga banyak bicara. Kebanyakan matanya coklat terang, rambut blonde, bisa banyak bahasa. Mereka ini biasnaya cerdas-cerdas, ga tau mungkin budaya mereka apalagi negara Balkan ini kan kecil-kecil. Kaya Makedonia ke Albania mungkin bisa sampai kurang dari lima jam saja. Jadi mereka udah mahir beberapa bahasa sejak kecil, contohnya Ilber Ortayli sejahrawan Turki yang lahir di Balkan. Bisa banyak bahasa dan contoh-contoh lainnya.

No comments:

Post a Comment