Sejak pertama kali saya mendengar nama Sakarya, tidak ada satu hal pun yang saya tau tentang kota ini. Namanya masih asing untuk orang Indonesia dibandingkan kota-kota di Turki lainnya. Saya juga tidak ingat apakah saya memasukkan list Universitas Sakarya saat mendaftar beasiswa pemerintah Turki. Karena waktu itu yang saya ingat saya memilih dua kampus favorit di Ankara dan juga Konya. Tapi kali ini saya tidak ingin menceritakan hal itu lebih dalam, sudah cukup mendeskreditkan Sakarya sebagai suatu wilayah yang tidak populer atau universitasnya yang bukan idaman.

            Saya ingin melihat Sakarya dari sudut pandang yang berbeda, Sakarya sebenarnya adalah salah satu kota besar di Turki, istilahnya Büyükşehir Belediyesi. Beribukota di Adapazari kemudian mempunyai 16 distrik seperti Serdivan, Akyazi, Arifiye, Sapanca dan juga Hendek. Penduduk di Sakarya sendiri berjumlah kurang dari satu juta penduduk, tercatat berpenduduk 990.214 sensus 2018. Berpusat pada dua distrik yaitu Serdivan dan Adapazari. Meskipun tergolong berpenduduk sedikit, namun penduduk Sakarya dikenal ramah dan murah tangan. Ini terlihat saat saya membandingkan orang-orang Turki di Sakarya dibanding dengan beberapa kota yang pernah saya kunjungi.

            Di Sakarya terdapat dua universitas, pertama adalah Sakarya Üniversitesi (SAÜ) dan satu lagi adalah pemekaran dari Sakarya Universitesi pada tahun 2018, ialah Sakarya Uygulamali Bilimleri Universitesi (SÜBÜ). Jadi jangan kaget kalau dua kampus ini berada pada satu kompleks yang sama, karena dulunya SÜBÜ merupakan sebuah institut dibawah Universitas Sakarya. Ada 30.000 mahasiswa yang kuliah di Sakarya sendiri, kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa yang berasal dari Istanbul maupun Sakarya sendiri. Sedangkan mahasiswa asing karena kebijakan rektor yang ingin terus menambah jumlah mahasiswa asing maka tak jarang jika selama di Sakarya banyak ditemui orang asing. Kebanyakan mereka berasal dari Afganistan, Suriah, Irak, Indonesia dan juga mahasiswa dari Afrika. Jumlah mahasiswa Indonesia saat ini berjumlah 213 orang yang terdiri dari mahasiswa yang belajar di Sakarya Universitas dan juga SUBU.

            Kampus utama Sakarya Universitesi berada di distrik Serdivan, namun ada beberapa jurusan yang berada agak lumayan jauh dari kampus utama. Fakultas itu terdiri dari Fakultas Keguruaan yang berada di Hendek, sekitar satu jam setengah dari kampus utama. Fakultas Kedokteran berada di Korucuk, sekitar 40 menitan dari kampus utama. Selain itu untuk yang mengambil jurusan turis kampusnya berada di Sapanca, sekitar 30 menitan dari kampus utama.

            Kebanyakan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Sakarya, memilih tinggal di apartemen. Semakin dekat apartemen dengan kampus, maka semakin mahal biaya yang perlu dikeluarkan untuk membayar biaya tinggal. Salah satu apartemen yang terkenal dekat dari kampus adalah Unigarden Ögrenci Apart. Dengan estimasi biaya 1200tl perbulan, para mahasiswa Indonesia sudah mendapatkan 1 kamar 1 ruang  tamu serta dilengkapi mesin cuci, tempat masak dan kamar mandi di dalam. Namun juga ada opsi jika ingin tinggal di asrama. DI Sakarya beberapa mahasiswa Indonesia tinggal di asrama yayasan Hayrat, Sulemaniye dan juga asrama swasta. Biaya untuk asrama Suleymaniye terbilang murah, para mahasiswa hanya perlu membayar 1250tl pertahun, semua fasilitas, makan dua kali sekali sudah ditanggung oleh pihak asrama. Opsi lainnya adalah untuk mereka yang mendapatkan beasiswa pemerintah Turki, mereka biasanya ditempatkn di asrama pemerintah.

            Kondisi iklim di Sakarya bisa dibilang berubah-ubah dan tidak menentu. Itu karena wilayah Sakarya bergesekkan dengan empat pembagian daerah di Turki. Sakarya sebagian wilayahnya masuk ke wilayah Laut Marmara, Laut Hitam dan juga Laut Ege. Oleh karena itu cuaca di Sakarya saat pagi dan siang akan sangat berbeda jauh, bisa saja paginya hujan lebat tetapinya teriknya mentari bak membakar.

            Secara historical wilayah Sakarya tidak banyak ditemukan situs bersejarah, karena wilayah ini hanya dijadikan termpat persinggahan semata. Selain itu tempat wisata yang terkenal di Sakarya adalah Danau Sapanca, Danau Polyazlar dan juga Kent Park.

            Overall, saya merekomendasikan Sakarya sebagai salah satu universitas yang patut jadi pertimbanganmu ketika ingin kuliah di Turki. Dengan pertimbangan karena pengeluaran selama di Sakarya jauh lebih murah dibandingkan kota-kota besar seperti Istanbul, Ankara, Bursa dan Izmir. Selain itu jika penat ingin jalan-jalan, jarak Sakarya ke Istanbul hanya dua jam perjalanan, dari Sakarya ke Ankara hanya lima jam. Lokasinya strategis jika ingin berpergian ke luar kota. Perhimpunan Pelajar Indonesiaa (PPI) Sakarya rutin mengadakan berbagai acara seperti main futsal bareng, kajian dan lain-lain. Acara tahunan mahasiswa Indonesia di Sakarya dikenal dengan nama Mühteşem Indonesia yang diadakan tiap tahunnya.


Tulisan ini dimuat di Majalah Bulekat

No comments:

Post a Comment