![]() |
| Rizki Oceano on Unsplash |
Apa kabar sahabat sajak yang masih setia membaca tulisan saya di blog kece ini hhe. Hampir tak terasa sudah lama rasanya tidak mengisi tulisan disini. Sebenarnya bukan karena persoalan kesibukan yang menghambat saya untuk menulis melainkan keteledoran yang saya alami sendiri. Maaf ya sahabatku.
Jujur saja, saat ini aku berada di masa-masa transisi hidupku. Perihnya kehidupan di rantau membuatku berpikir panjang. One step closer. iya, mungkin semua berawal dari satu langkah pasti yang akan membawa arah jalan kehidupan ini. Sahabatku mungkin pernah merasakan hal tersebut bukan? Jika iya, silakan lanjut merenungkan semuanya.
Saya memang orang yang memiliki bias terhadap daerah, agama, lingkungan bahkan latar belakang kehidupan saya. Namun saya ingin tulisan ini ditulis tidak hanya pada satu frame saja. Kita bisa membuka sebuah pemikiran baru dari sini. Betapapun tidak pentingnya tulisan saya namun saya berusaha menjadikan sebagai bentuk amal jariyah bagi saya. Setiap kali ada yang membacanya ingin merubah kehidupannya menjadi lebih baik.
Pernah tidak ada sesuatu yang terjadi berlawanan dengan kehidupan kita? pasti sangat sulit untuk menerima hal tersebut bukan? Namun tidak ada waktu untuk menyesali semua itu.Sebuah langkah akan menentukan arah jalan yang kita tapaki, tapi langkah lain juga akan menentukan langkah kita. Sekarang saya sedang menunggu pengumuman kelulusan untuk melanjutkan study di luar negeri.
Saya bingung, semua yang ingin saya lakukan rasanya berat. Menunggu sesuatu yang tidak pasti memang sangat menjenuhkan. Rasanya kita digantung dengan harapan yang tinggi. Manusia hanya bisa berhusnudzan semuanya kembali kepada-Nya. Semoga Allah SWT. memberikan jalan terbaik bagiku.
Perkuliahanku sangat berantakan, Indeks Prestasi (IP) saya anjlok. Sebenarnya bukan saya saja kebanyakan teman saya juga begitu. Tidak ada jalan lain jika tidak fokus kuliah saja. Namun hidup ini bukan hanya masalah kuliah bukan. Faktor yang terpenting adalah keperluan hidup. Beruntunglah mereka yang tidak merasakan hal ini. Lalu, bagaimana bagi yang merasakannya?.
Pemikiran dewasa seperti inilah yang terkadang membuat seoarang perantau harus mendayung berkali-kali lipat untuk bisa menjadi orang pada biasanya. Saya tidak tau ingin menuliskan apalagi, jika memiliki pertanyaan yang sama terkait hal seperti, mungkin kita bisa saling berbagi. Langsung DM saya di instagram @cmajacukup atau langsung ke WhatsApp 085145804307.
Jazakallah...
Ciputat, 8 Agustus


Silakan di share tulisannya ya sahabat sajak https://goo.gl/c8VGXF
ReplyDeletewahahahahha, memamng dah CM, sejak bergabung dengan LPM kemampuan menulis meningkat, memang semester tiga dalah era transisi dimana harus menentukan pilihan yang menurut kamu berat, well stay cool aja, ikut mengimbangi perasaan dan beban jangan di lawan, semua akan indah dan rahasia tuhan akan terungkap pada masa nya, semoga lulus ke Turki hehehe
ReplyDelete