Pernah gak sih merasa jenuh dengan kehidupan ini? Semua pasti pernah, karena yang namanya manusia lumrah dan hal wajar dengan kejenuhan. Gue merasa berbeda untuk beberapa hari belakangan ini, entah mengapa. 

Ceritanya berawal sejak dua atau tiga bulan yang lalu. Ketika kembali dari Turki dan pulang ke Jakarta dan Aceh. Gue pasti excited ketika pulang dari Aceh. Tapi di satu sisi gue merasa, kenapa kehidupan bisa berjalan begini. Gue merasa berjalan, tapi gue tidak tau tujuan akhir dari jalan itu apa. Okelah, kalau memang jalan kita itu menurut agama adalah akhirat. Ibadah sudah dilakukan, meski terkadang kita lupa dengan esensi ibadah tersebut karena terlalu terlena atau merasa bosan dengan rutinitas yang kita lakukan, sehingga membuat ibadah itu sedikit atau tidak hilang eksistensinya.

Kembali lagi ke cerita tadi, gue merasa perjalanan hidup yang statis begini, di Turki banyak menghabiskan waktu di dalam pustaka, di asrama duduk untuk membaca, malam nonton film ditemani snack dan minuman bersoda. Sedangkan di Jakarta, gue pasti balik ke rumah Cempaka lagi, padahal sebenarnya gue merasa malu dengan teman-teman yang ada disini. Yah, apa boleh buat  kalau tidak bisa meminta bantuan disini, nyewa kosan di mamikos sebenarnya ga mahal, tapi feel untuk ketemu teman lama di Jakarta pun nggak dapet.

Di Aceh, sebenarnya kebosanan gue itu bukan karena apa-apa, tapi karena gue merasa asing dengan kota gue sendiri, waktu di Aceh tetap banyak dihabiskan di rumah, membaca dan menyelesaikan novel pertama. Gue merasa bahwa di Aceh memang agak sulit untuk berkembang pesat. Tapi nggak semuanya  begitu. Ntah lah, kadang ada yang membaca tulisan ini. Dan ini tulisan pertama setelah vakum cukup lama.

Btw, kalau boleh cerita tadi gue sedih banget pas adik gue nelpon, dia mau gue balik ke Aceh. Sedih banget, dia ngga henti-hentinya nangis. Bahkan waktu tidur dia meluk baju gue. Kalau air mata yang keluar dari orang-orang tulus itu pasti berbeda sekali ya. Gue juga jadi ikutan sedih, semoga Rifa jadi anak solehah ya disana, Fatin dan Lia juga.

Ciputat, 13/8

No comments:

Post a Comment